SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien: Sekolah berbasis Multiple Inteligence dengan khas pesantren di Karangmojo, Trirenggo, Bantul, DIY

Minggu, 13 Mei 2018

Perjalanan Sewindu SMP IP Mengabdi: Laporan Harlah 8 Tahun



Cikal bakal adanya SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien serta semua lembaga dibawah naungan Yayasan Muhammad Idris adalah karena satu orang, (Alm) KH. Muchtarom Idris. Beliau bersama dengan sahabat-sahabatnya terutama Bapak Temu Panggeh Raharjo (pada tahun 2018 ini masih menjabat sebagai ketua yayasan abadi) satu persatu lembaga pendidikan didirikan mulai dari Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien (PPHM) pada tahun 1990 kemudian SDIT Samawi tahun 2004 dan terakhir SMP kita tercinta ini lahir pada tahun 2010. Awalnya Al Maghfurlah (Alm) KH. Muchtarom Idris mempunyai tujuan yang sederhana, yaitu membuat lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren agar warga masyarakat bisa menuntut ilmu agama dari kitab-kitab salaf. Maka setelah mukim dirumah kurang lebih selama 6 tahun beliau mendirikan lembaga utama yaitu PPHM di tahun 1990. PPHM mengalami puncak-puncak kejayaan pada tahun 1990-an karena memang tren masyarakat pada saat itu mondok bagi pemuda-pemuda desa adalah wajar bahkan ada yang mewajibkan. Bahkan lembaga ini juga melayani tidak hanya yang mondok saja melainkan orang-orang yang hanya ingin belajar kitab namun tidak mondok dengan adanya Madrasah Diniyah PPHM. Total santri pada saat itu sampai ratusan sehingga pembangunan infrastruktur pun gencar dilakukan.

tampilan PPHM pada tahun 2015 (foto 2018 masih dalam tahap pembangunan aula)
Ternyata ada perubahan tren masyarakat dalam belajar agama Islam dan Al Maghfurlah langsung bisa membaca suasana dan seolah-olah memprediksi akan apa yang terjadi. Tren masa itu orang-orang sudah jarang ada yang mondok, bahkan sekedar belajar di Madrasah pun sudah sulit. Hal ini disebabkan pemerintah sedang menggencarkan proses pembelajaran di sekolah dan mem-framming bahwa sekolah adalah sangat penting sehingga menjadi prioritas utama dalam menuntut ilmu. Jadi, orang-orang lebih fokus saat sekolah daripada mengaji, hasilnya sedikit demi sedikit orang yang mondok dan satri madrasah berkurang hingga jumlahnya puluhan saja. Maka pada tahun 2004 Al Maghfurlah mendirikan SDIT Samawi sebagai lembaga pendidikan pertama di YMI. Harapannya dengan mendirikan lembaga pendidikan formal masyarakat bisa belajar di sekolah sekaligus mengaji menjadi satu. Sehingga budaya santri dan budaya mengaji masih ada meskipun dia tidak mondok dan mengaji di madrasah secara langsung.

Tampilan SDIT Samawi dari bawah

Semua sekolah pada awalnya mengalami kesulitan yang luar biasa, mulai dari pembangunan sistem, pemberdayaan SDM, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, mencari peserta didik baru dan lain sebagainya. Alhamdulillah di usia SDIT Samawi yang ke 14 ini termasuk sekolah yang sudah mapan dan stabil sistemnya. Dulu pada saat gempa di Bantul dan sekitarnya pada tahun 2006 SDIT Samawi mendapatkan dua bangunan ruang kelas agar proses KBM tetap berjalan dengan lancar, yaitu bantuan berupa ruang kelas bambu di komplek PPHM Tajeman, Palbapang, Bantul (sekarang menjadi aula PPHM) dan ruang kelas di Karangmojo, Trirenggo, Bantul (sekarang menjadi gedung SMP IP). Pada saat itu SDIT Samawi juga mengalami masa-masa sulit, tapi mulai Kepala Sekolah Pak Khozin Alfani dan Pak Ahlan seperti sekarang SDIT Samawi bisa dibilang sudah mapan pondasinya tinggal beberapa pengembangan tambahan sesuai kreatifitasnya.

Setelah SDIT Samawi baru akan meluluskan 1 angkatan pertamanya, Al Maghfurlah dan sahabat-sahabat beliau sudah memikirkan kelanjutan anak-anak didik sekaligus para santri. Pada tanggal 16 Maret 2010 mulai dibentuk kepengurusan SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien mulai dari Kepala Sekolah pertama (Pak Nadhif) hingga guru dan para staffnya. Pada saat itu, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan hanya ada 16 orang ditemani dengan 13 siswa angkatan pertamanya. Tahun-tahun pertama saat membangun pondasi adalah saat yang sangat berat, semua orang sangat sibuk dengan proses pembangunan pondasi namun pada waktu itu terkendala dengan dukungan dari berbagai pihak yang masih lemah, "maklum sekolah baru pak, jadi masih banyak yang belum kenal" keluh seorang guru yang sampai sekarang masih mengabdi di sini.

Tahun kedua ternyata lebih sulit dari dugaan. Pada saat PPDB hanya mendapatkan 4 siswa, kalau kita pikir-pikir menjadi seperti sekolah rasa bimbel privat kalau hanya 4 orang. Tapi inilah proses pasti ada naik dan turunnya. Tidak hanya itu, pada pertengahan tahun 2011 Kepala Sekolah pertama, Bapak Nadhif Masykur, S.Fil.I mengundurkan diri dan digantikan oleh Gus Shobikhan Ahmad, S.Pd (putra kedua dari KH. Muchtarom Idris). Wajah baru dari sekolah baru mulai terlihat berkat Gus Shobikhan, berbagai pondasi berdirinya sekolah secara sistem, infrastruktur dan SDM mulai dibangun walau tertatih-tatih. Kalau diceritakan perjuangan awal pak shobi secara detail mungkin tulisan ini akan menjadi buku yang tebal. Kali ini kita tidak akan bercerita tentang kesusahan dan dukanya namun bicara terkait prestasi-prestasinya

Singkat cerita, pada waktu pak shobi menjadi kepala sekolah beragam prestasi akademik dan non-akademik banyak sekali ditorehkan. Terhitung pada kepemimpinan beliau semenjak tahun 2012 hingga 2015 sudah berhasil menggondol 59 piala kejuaraan mulai dari tingkat regional, kabupaten, hingga provinsi DIY dalam berbagai cabang lomba (sekarang sudah 70 piala). "Namanya saja SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien, yang diunggulkan dari sekolah ini adalah prestasi-prestasi dan seluruh pasukan prestasi." Tutur Gus Shobikhan. Selain itu banyak sekali kegiatan yang diadakan untuk mendongkrak prestasi akademik maupun non-akademik di sekolah ini. Mulai dari beragam ekstrakurikuler seper bela diri tarung derajat, english conversation, MTQ, kaligrafi, hingga Entrepreneurship yang pernah beberapa kali diteliti oleh mahasiswa UNY.


 

Namun waktu terlalu cepat berlari, pada awal tahun 2015 Gus Shobikhan sebelum masa jabatannya habis sudah melanjutkan petualangannya di negeri sakura hingga tahun ini. Pondasi yang sebenarnya belum kokoh akan nilai-nilai prestasi yang keren ditinggal begitu saja sebelum mempersiapkan calon pemimpin selanjutnya. Akhirnya saat kekosongan kepemimpinan, Bapak Heriyanta, S.Pd.I datang dari Yayasan untuk melanjutkan proses berlangsungnya sekolah. Secara administratif Pak Heri sangat tertib sehingga segala dokumen dan berkas-berkas administratif tertata dengan rapi di sudut ruang kepala sekolah, ruang TU serta ruang guru. Namun karena latar belakang beliau bukanlah aktivis seperti Pak Shobi maka beberapa kegiatan menjadi beku karena kekurangan SDM.

Selang 1,5 tahun, dengan cepat pak Heri juga meninggalkan jabatan Kepala Sekolahnya karena faktor keluarga dan passion beliau. Baru saja pondasi secara administratif terbentuk, sudah mengalami kekosongan kepemimpinan lagi. Yayasan dan sekolah tidak ambil sikap diam, semuanya terus mencari siapa yang kira-kira cocok untuk memimpin kembali SMP ke puncak kejayaannya. Pada waktu itu berdasarkan rapat Yayasan kepala sekolah selanjutnya diamanahkan pada Gus Achmad Siddicq, S.Pd. (putra keempat dari (alm) KH. Muchtarom Idris). Amanah yang sebenarnya berat untuk dijalankan seorang dengan usia 23 tahun kala itu. Namun latar belakangnya sebagai aktivis diwaktu mahasiswanya tidak menyurutkan niatnya untuk terus melanjutkan pengabdiannya dibidang pendidikan.

Berbagai gebrakan dilakukan oleh Gus Siddicq mulai dari menghidupkan beberapa kegiatan yang pernah beku, kemudian bisa mengadakan acara yang paling besar yang pernah dimiliki SMP IP, Peringatan Hari Ulang Tahun SMP Islam Prestasi ke-8 serta Festival Anak Islam Prestasi tingkat SD/MI/TPA se-DIY. Tidak banyak yang dijanjikan gus siddicq, tapi hanya berpesan "Kami pada saat ini memang sekolah kecil, tapi kami punya lebih dari cukup modal untuk menjadi sekolah besar yaitu SDM yang berkualitas, lingkungan yang kondusif serta semangat pengabdian yang tinggi. Tunggu saja besok beberapa tahun ke depan"

Share:

Entri yang Diunggulkan

Suasana Seperti Inilah Yang Bikin Betah di SMP IP: Gallery Qurban 2018

Hampir setiap sabtu para alumni pasukan prestasi angkatan 6 kembali ke SMP IP hanya untuk sekedar menengok sekolahnya dulu serta curhat terk...

Recent Posts

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Badge

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Search This Blog

International

Auto News

Text Widget

About Me

Breaking News

Sample Text

Pages