SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien: Sekolah berbasis Multiple Inteligence dengan khas pesantren di Karangmojo, Trirenggo, Bantul, DIY

Sabtu, 28 April 2018

Pesantren Prestasi 2018: Menjadikan Peserta Didik Berjiwa Santri

Pembukaan dan pengarahan dari pengasuh PPHM (Gus Muhaimin)
Materi Menjadi Siswa Berjiwa Santri
SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien lahir berdasarkan asas-asas kepesantrenan yang telah dibangun diatas pondasi Yayasan Muhammad Idris di Tajeman, Palbapang, Bantul. Oleh karena itu jiwa kepesantrenan atau lebih sering disebut dengan jiwa santri harus ditanamkan ke seluruh civitas akademik SMP IP. Peserta didik yang belum menjadi santri pondok pesantren musti merasakan dan mengalami hidup sederhana di pondok pesantren dan berperilaku layaknya santri. Hal ini menjadi penting sebab semakin lama budaya-budaya santri dan kepesantrenan semakin ditinggalkan karena dianggap kuno dan kolot. Malah yang lebih terkenal budaya-budaya hedonis ala model zaman sekarang yang justru memperkeruh karakter luhur bangsa. Kegiatan pesantren kilat inilah salah satu cara untuk membentengi mereka dari pengaruh buruk zaman milenial ini.

Lomba CCA untuk mengasah pengetahuan agama Islam
Kurikulum nasional secara tidak langsung juga membatasi materi dan waktu untuk mengajarkan hal-hal keagamaan praktek secara langsung. Padahal justru praktek-praktek ini yang nantinya banyak berguna di masyarakat, seperti memandikan mayit, mengkafani, menyolati hingga menguburkan. Ziarah ke makam wali-wali Allah juga sangat diperlukan guna mengenalkan budaya santri akan senantiasa mengenang jasa-jasa para ulama terdahulu serta mendoakannya. Pesantren kilat adalah waktu yang paling tepat untuk mengajarkan materi ini kepada anak-anak secara langsung.

Tepatnya pada tanggal 24 sampai 26 April 2018 Peserta didik kelas 7 dan 8 mengikuti pesantren 
Pengarahan materi perawatan jenazah
prestasi di Pon.Pes. Hidayatul Mubtadi-ien Tajeman, Palbapang, Bantul ketika kelas 9 melaksanakan UNBK. Pesantren yang sebenarnya tidak cukup hanya 3 hari, paling tidak 3 tahun bahkan lebih agar jiwa santrinya mendarah daging disetiap kegiatannya. Namun dengan kegiatan ini peserta didik paling tidak paham dan mengetahui budaya-budaya pesantren. Sehingga mereka memiliki jiwa santri yang kuat dan menjadi pondasi keagamaan yang nantinya akan berguna kelak di kemudian hari. 

Kegiatan yang bagus adalah yang berkelanjutan, tidak hanya sekali pukul selesai agar efeknya bisa bertahan lama bahkan 
prosesi praktek memandikan jenazah
selamanya. Begitu juga kegiatan ini, memang waktu di pesantrennya hanya 3 hari namun budaya santri tetap kita laksanakan setiap hari di sekolah agar seluruh peserta didik mempunyai jiwa santri yang membudaya di kehidupan sehari-harinya. Bukankah santri yang terkenal pengetahuan agamanya kuat? Bukankah santri yang bisa hidup dan survive dimanapun ia tinggal? bukankah santri yang bisa dengan supel dan ramah membaur dengan masyarakat? bukankah santri yang sungguh-sungguh hormat kepada ilmu dan para gurunya? Siswa kami bukanlah siswa biasa, melainkan siswa berjiwa santri.

Latihan persiapan Akhirussanah 

A.   Akhlak Islami Ala Santri

Gus Ahid selaku pengasuh Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-ien menanamkan beberapa karakter dan budaya kepesantrenan supaya siswa siswi SMP IP yang belum pernah mondok juga paham dan bisa menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Memiliki jiwa santri ini penting sebagai pondasi dasar mengarungi kehidupan yang keras dan liar kelak. Adapun beberapa nilai-nilai santri yang ditanamkan adalah menghormati guru, menghormati ilmu, menghormati orangtua, cara belajar santri serta cara hidup seorang santri secara mandiri.

B.     CCA

Lomba dan kompetisi adalah salah satu strategi pembelajaran ampuh untuk belajar agama. Karena semua manusia pada umumya memiliki jiwa kompetitif dan ingin menjadi juara. Oleh karena itu seluruh peserta santri FAIP juga demikian, pasti ingin menjadi juara dan satu-satunya cara untuk menjadi juara adalah dengan belajar dan menjawab seluruh pertanyaan panitia dengan tepat dan benar. Adapun materi-materi yang diujikan pada CCA kali ini adalah seputar materi khas pesantren seperti fiqh, tauhid, sejarah, serta al quran  ditambah beberapa pengetahuan umum yang menggelitik guna mencairkan suasana. Pada materi ini dimenangkan oleh kelompok D yang dipelopori Adib kelas 8.

C.    Ziarah ke Makam Syekh Maulana Maghribi

Wali-wali Allah di Bantul begitu banyak alangkah baiknya kita mengenalkan mereka ke siswa-siswi guna mengenang jasa-jasa beliau dalam menyebarkan rahmatan lil alamin ke bumi Jogja ini. Selain itu mendoakan beliau dan memohon doa kepada Allah semoga kita dilancarkan dalam belajar menuntut ilmu serta disukseskan sekolahnya. Tradisi-tradisi santri seperti ini yang seharusnya dilakukan terus menerus sehingga tidak ditinggalkan seiring perkembangan zaman kelak. Karena tidak dapat dipungkiri ideologi pragmatisme dan materialisme menggerus tradisi ini karena dianggap tidak ada gunanya bahkan hingga musyrik. Siapa lagi yang akan meneruskan kalau bukan santri?

D.   Membersihkan Pantai Cemara Sewu

Salah satu budaya santri lainnya adalah bersih, karena kebersihan adalah sebagian dari Iman. Agenda membersihkan pantai menjadi agenda yang menyenangkan disisi anak-anak karena bisa belajar merawat alam sambil bermain di pantai. Selain itu baik juga untuk lingkungan pantai karena jika hal demikian dilakukan terus-menerus tidak ada lagi pantai yang kotor dilingkungan Bantul dan sekitarnya. Budaya ini harapan kami tidak hanya berlaku sehari ini saja namun diterapkan kelak dikehidupan sehari-hari.

E.     Praktek Merawat Mayit

Keterbatasan waktu praktek di sekolah memang kurang memaksimalkan potensi anak-anak diwilayah psikomotorik. Adanya kegiatan pesantren ini anak-anak secara langsung diajari merawat mayit mulai dari memandikan, mengkafani, menyolati hingga tata cara mengubur mayit dengan baik dan benar. Anak-anak semuanya antusias mengikuti kegiatan ini karena memang bisa belajar sambil praktek langsung. Pada saat dilakukan post-test singkat setelah praktek, semuanya bisa menjawab dengan cepat dan benar sesuai dengan ketentuan yang telah diajarkan sebelumnya. Hal ini menjadi penting mengingat kemungkinan anak-anak akan diminta membantu pengurusan jenazah di masyarakat, jadi setelah pulang dari pesantren prestasi ini diharapkan anak-anak bisa ikut membantu masyarakat dalam mengurus jenazah.

F.     Fiqh Remaja


Masa SMP adalah masa-masa puncaknya pubertas, mereka sudah mulai berpikiran dewasa disaat tubuh mereka masih kecil. Mereka sudah diminta menjalankan kewajiban sebagai mukalaf namun masih banyak yang belum tahu caranya. Disini diterangkan berbagai hal terkait fiqh-fiqh secara praktis yang dilakukan oleh remaja seusia SMP. Hal ini sangatlah penting mengingat sudah menjadi anak-anak sudah bertanggungjawab menjalankan kewajiban beribadah untuk dirinya sendiri. Banyak anak-anak yang baru tahu beberapa tata cara praktek fiqh remaja di sesi ini, seperti tata cara mandi besar, seluk beluk haid, cara mensucikan najis, cara berwudhu, cara shalat dan lain-lain.

Share:

Entri yang Diunggulkan

Serunya Sekolah Sambil Belajar: Field Trip to Afandi Museum and Monjali in 2018

Siapa berani lawan bu ulfa? guru terkiler di SMP IP (katanya) anak-anak ini karya mbah afandi dari awal perjuangan hingga meninggal, ...

Recent Posts

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Badge

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Search This Blog

International

Auto News

Text Widget

About Me

Breaking News

Sample Text

Pages