SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien: Sekolah berbasis Multiple Inteligence dengan khas pesantren di Karangmojo, Trirenggo, Bantul, DIY

Minggu, 22 April 2018

Selamat Mengerjakan “Ujian Terfantastis di SMP” - UNBK 2018

Tepatnya tanggal 23-26  April 2018 seluruh Indonesia mengadakan Ujian Nasional di Tingkat SMP secara serentak dengan dua metode utama, yaitu berbasis kertas dan pensil (UNBKP) dan berbasis komputer (UNBK). Menurut data statistik dari unbk.kemdikbud.go.id menyatakan bahwa 30.3% SMP yang sudah melaksanakan UNBK dengan mandiri dan 16.1% masih menumpang di sekolah lain karena faktor sarana, sedangkan 53.6% lainnya masih melaksanakan UNBKP. Alhamdulillah SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien termasuk yang 16.1%, semoga tahun depan bisa melaksanakan UN dengan Mandiri. Amien.

Ujian Nasional, bertahun-tahun lamanya kegiatan sakral di akhir sekolah ini menjadi momok yang sangat mengerikan bagi siswa serta orang tua siswa hingga guru-gurunya pun ikut stres turut memikirkannya. Seakan-akan ujian ini adalah penentu kesuksesan di kehidupan selanjutnya, jika saja UN nilainya jelek maka jelek juga masa depannya. Apakah memang benar seperti itu?
Anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar, karena kesuksesan hidup adalah komposisi dari berbagai faktor. Bahkan UN pada saat SMP sebenarnya tidak menjadi salah satu faktor penting jika kita tanya pada orang-orang yang kita anggap sukses. Selain itu mata pelajaran UN hanya ada 4 di SMP, dan ini sama sekali tidak mencerminkan kecerdasan siswa secara utuh. Jika kita lihat dari sudut pandang Multiple Intelligences (MI) UN hanya mencakup kecerdasan logis matematis (matematika dan IPA), linguistik bahasa (bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta alam naturalis (IPA). Sedangkan kecerdasan interpersonal sosial, visual spasial, musik irama, intrapersonal diri, spiritual, serta kinestetik raga tidak dianggap. Iya kalau siswa tersebut memang berbasis kecerdasan logis matematis, linguistik serta naturalis, bisa jadi mereka mendapatkan nilai tinggi. Tapi bagaimana dengan siswa siswi yang bukan berbasis itu kecerdasannya? Apakah mereka bodoh? Ditambah ujian ini hanya pilihan ganda saja yang tidak terlalu memacu pemikiran kritis siswa. Bagaimana mungkin daya kecerdasan siswa-siswi SMP yang seluas samudra tapi kita ukur dengan melihat pesisir pantainya saja. Tentu banyak sekali potensi-potensi yang sebenarnya tidak di UN-kan tapi bisa jadi menjadi fondasi kesuksesan mereka kelak.

Ujian Nasional memang masih menjadi event paling fantastis semasa di SMP. Tapi apakah itu sebanding dengan hasil dari UN? Santai saja, ini hanya sebatas ujian standarisasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar bisa memotret laju pendidikan per-tahunnya. UN juga tahun ini (2018) hanya sebatas pertimbangan kedua untuk masuk ke jenjang selanjutnya (SMA/SMK/ MA Negri) setelah jarak dari sekolah ke rumah (adanya sistem zonasi kita bahas di artikel selanjutnya).
Jangan terlalu menekan siswa dengan berbagai les dan belajar yang melebihi batas wajar. Jangan juga memarahi siswa jika nilainya jelek padahal sudah belajar dan sekolah dengan rajin. Atau jangan juga memberi label siswa/ anak kita dengan sebutan bodoh hanya karena nilai UN nya jelek. Intinya Jangan buat anak/ siswa kita stres karena hanya sebuah ujian standarisasi nasional ini.
Sapalah siswa/ anak kita saat mereka berdiam diri dan butuh kasih sayang dari kita. Tegurlah jika siswa/ anak kita menggunakan waktu senggangnya untuk hal yang tidak bermanfaat sama sekali. Marahilah dengan bijak jika siswa/ anak kita tidak belajar dengan tekun. Terus dengarkan keluh kesah dan curahan hati anak/ siswa kita, karena kedekatan antara guru dan siswa, orangtua dan siswa adalah hal pokok yang harus terjadi di ekosistem pendidikan kita. bukan stres..


Akhir kata, selamat mengerjakan Ujian Paling Fantastis di SMP, semoga semuanya mendapatkan hasil yang diinginkan dan berhasil menjadi anak-anak yang sukses. Amien...


Share:

Entri yang Diunggulkan

Serunya Sekolah Sambil Belajar: Field Trip to Afandi Museum and Monjali in 2018

Siapa berani lawan bu ulfa? guru terkiler di SMP IP (katanya) anak-anak ini karya mbah afandi dari awal perjuangan hingga meninggal, ...

Recent Posts

Sidebar Ads

Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Badge

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Search This Blog

International

Auto News

Text Widget

About Me

Breaking News

Sample Text

Pages